Metode An-Nasafy untuk Tajwid dan Gharib Qira’at Riwayat Ashim Riwayat Hafsh melalui Jalur AsySyathibiyyah
Rp30.000
Penulis: Fitrotul Maulidina, Lc.
ISBN: 978-623-10-7714-1
Cetakan: Pertama, Februari 2025/Sya’ban 1446 H
Halaman & Ukuran: vi + 94 hlm, B5 (18,2 cm x 25,7 cm)
Sinopsis: Perlu diketahui bahwa bacaan Al-Quran yang diajarkan melalui METODE AN-NASAFY (لِتَلَقِّي القُرآنِ) ini adalah berdasarkan Qiraat Imam ‘Ashim riwayat Hafsh melalui Thariq As-Syathibiyyah. Metode disajikan dengan ringkas tetapi padat, menggunakan sarana tabel dan disertai dengan contoh dan latihan. Jalur periwayatan ini dibakukan dan dipopulerkan oleh Imam Syathibiy (538 H – 590 H/ 1143 M – 1194 M), dan ditulis dalam kitab yang berjudul (حِرزِ الأَمَانِي وَوَجْهُ التَّهَانِي). Jalur periwayatan ini adalah salah satu dari dua jalur yang terkenal di zaman ini termasuk di Indonesia. Adapun jalur yang kedua adalah dari Imam Muhammad bin Al-Jazariy di kitabnya yang berjudul (طَيِّبَةُ النَّشْر). Nama lengkap Imam ‘Ashim adalah Abu Bakar bin Abin Najud Al-Asadi, wafat di Kufah 128 H/745 M. Sedangkan Imam Hafsh adalah Abu ‘Amr Hafsh Bin Sulaiman Bin Al-Mughirah, lahir 90 H/708 M, wafat 180 H/ 790 M. Adapun Imam As-Syathibiy adalah Abul Qasim bin Fîrruh bin Khalaf bin Ahmad As-Syathibiy Ar-Ru’aniy. Lebih jelasnya, perhatikanlah mata rantai sanad Imam As-Syathibiy sebagai berikut:
1) Rasulullah SAW.
2) Ubay bin Ka’ab Ra, Abdullah bin Mas’ud Ra, Zaid bin Tsabit Ra, ‘Ali bin Abi Thalib Ra, Utsman bin ‘Affan Ra
3) Abdullah bin Hubaib as-Sulamiy, Zirr bin Hubaib al-Asadiy
4) ‘Ashim bin Abin Najud al-Kufiy
5) Hafsh bin Sulaiman bin al-Mughiroh bin al-Bazzaz al-Asadi al-Kufiy
6) ‘Ubaid as-Shibag an-Nahsyiliy as-Shibah
7) Abul ‘Abbas Ahmad al-Asynaniy
8) Abul Hasan Ali Thahir
9) Al-Imam al-Hafidz Abi Amr ad-Daniy
10) Abu Dawud Sulaiman bin Najah
11) Abul Hasan Ali bin Hudzail
12) Al-Imam As-Syathibiy
Semoga buku ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi para pembelajar Al-Qur’an, khususnya dalam memahami dan menerapkan kaidah-kaidah tajwid sesuai dengan Qira’at ‘Ashim Riwayat Hafsh melalui Thariq As-Syathibiyyah. Metode ini dinamakan METODE AN-NASAFY (لِتَلَقِّي القُرآنِ) dalam rangka menekankan bahwa dalam belajar membaca al-Qur’an sangat dibutuhkan guru yang membimbing, bukan sekedar teori. Harapan kami, dengan hadirnya metode ini dapat memudahkan para pengajar dan peserta didik dalam proses pembelajaran tajwid Al-Qur’an.






Ulasan
Belum ada ulasan.