Metodologi Studi ‘Ulūmul Qur’ān dalam Tradisi Keilmuan Islam
Rp90.600
Penulis: Dr. Siti Nuri Nurhaidah, M.A.
ISBN: 978-634-7549-05-1
Cetakan: Pertama, Januari 2026/Rajab 1447 H
Halaman & Ukuran: xviii + 284 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Sinopsis: Buku yang berada di tangan pembaca ini lahir dari kegelisahan intelektual sekaligus keyakinan yang mendalam. Kegelisahan, karena sering kali ditemui pendekatan terhadap Al-Qur’an yang terfragmentasi, baik yang terjebak dalam literalism kaku yang mengabaikan konteks dan nalar, maupun yang mengadopsi metodologi asing secara mentah-mentah sehingga tercerabut dari kerangka epistemologi Islam sendiri. Keyakinan, karena warisan intelektual Islam dalam bidang ‘Ulūmul Qur’ān sesungguhnya menyimpan khazanah metodologis yang sangat kaya, sistematis, dan relevan untuk menjawab tantangan pemahaman teks suci di era kontemporer.
Tujuan utama buku ini bukan sekadar menyajikan ulasan sejarah atau deskripsi informatif tentang ilmu-ilmu Al-Qur’an. Lebih dari itu, visi kami adalah merekonstruksi ‘Ulūmul Qur’ān sebagai sebuah metodologi ilmiah yang koheren—sebuah “toolkit” atau perangkat analisis yang dapat digunakan untuk mendekati teks Al-Qur’an secara kritis, komprehensif, dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa tradisi keilmuan Islam klasik telah mengembangkan logika internal, prinsip verifikasi, dan teknik analisis yang sangat maju untuk zamannya, yang perlu dipahami dalam kerangka metodologisnya, bukan hanya sebagai kumpulan fakta historis.
Struktur buku ini dirancang untuk merefleksikan perjalanan metodologis tersebut. Bagian Pertama menancapkan fondasi epistemologis, mendiskusikan sumber-sumber pengetahuan (naql dan ‘aql) yang sah dalam studi Al-Qur’an dan bagaimana validitasnya diverifikasi. Bagian Kedua membahas metodologi kritis untuk menjamin otentisitas teks dan bacaan, yang merupakan prasyarat mutlak sebelum masuk ke ranah penafsiran. Bagian Ketiga mengajak pembaca menyelami metodologi penafsiran makna, mulai dari analisis kontekstual, koherensi teks, hingga kedalaman semantik. Bagian Keempat mengangkat dimensi retorika dan sastra Al-Qur’an sebagai bagian integral dari pesannya, dilengkapi dengan pembahasan mengenai kemu’jizatannya. Akhirnya, Bagian Kelima membuka ruang dialog kritis antara metodologi ‘Ulūmul Qur’ān dengan pendekatan kontemporer seperti hermeneutika, kritik historis, dan linguistik modern, untuk mencari titik temu yang produktif tanpa kehilangan identitas keilmuan Islam.
Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, dan siapa pun yang serius ingin memahami Al-Qur’an tidak hanya dari “apa” isinya, tetapi lebih penting, “bagaimana” cara yang sahih dan sistematis untuk memahaminya. Kami berusaha menyajikannya dengan bahasa yang jelas, sistematika yang logis, dan argumentasi yang berdasar pada khazanah primer, tanpa menghindari perdebatan metodologis yang hidup dalam tradisi keilmuan Islam itu sendiri.






Muhibudin –
Sangar bermanfaat untuk para akademisi dan masyarakat umum yg ingin memperdalam ilmu al-Qur’an