Integrasi Living Qur’an, Living Hadis, dan Hermeneutika: Pendekatan Interdisipliner dalam Studi Teks dan Konteks Islam
Rp85.800
Penulis: Dr. Siti Nuri Nurhaidah, M.A.
ISBN: 978-634-7549-10-5
Cetakan: Pertama, Januari 2026/Rajab 1447 H
Halaman & Ukuran: xviii + 268 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Sinopsis: Buku ini lahir dari kegelisahan intelektual yang mendalam terhadap sebuah problem klasik namun terus relevan dalam kajian keislaman: kesenjangan antara teks normatif yang sakral dengan realitas empiris yang kompleks dan beragam. Di satu sisi, kita menyaksikan khazanah keilmuan Islam tradisional yang kaya dengan pendekatan tekstual-filologis dan fikih yang sangat ketat. Di sisi lain, perkembangan mutakhir ilmu sosial-humaniora menawarkan berbagai metodologi—seperti antropologi, sosiologi, dan hermeneutika filosofis—untuk mengkaji agama sebagai fenomena yang hidup dan dinamis. Namun, ketiga arus utama ini—tekstualis, sosiologis, dan filosofis—sering kali berjalan sendiri-sendiri, bahkan saling memandang dengan curiga. Akibatnya, pemahaman terhadap Islam menjadi terfragmentasi; ada yang sangat normatif tetapi terasa jauh dari realitas, ada yang deskriptif empiris namun kehilangan kedalaman dan kritik normatif, dan ada pula yang filosofis abstrak tetapi mengambang tanpa pijakan praktis.
Buku “Living Qur’an, Living Hadis, dan Hermeneutika: Sebuah Model Integratif dalam Studi Islam Kontemporer” ini hadir sebagai sebuah ikhtiar untuk menjembatani ketiga dunia tersebut. Kami meyakini bahwa untuk memahami Islam secara utuh dan bermakna di era kontemporer, kita memerlukan sebuah sintesis metodologis yang mampu:
1. Mendeskripsikan secara kaya dan mendalam (thick description) bagaimana Al-Qur’an dan Hadis “hidup” dalam praktik komunitas Muslim (Living Qur’an/Hadis).
2. Menganalisis secara kritis otoritas dan makna teks sumbernya melalui disiplin ilmu tafsir, hadis, dan fikih.
3. Membedah proses interpretasi yang terjadi di tengah masyarakat dengan menggunakan teori hermeneutika sebagai pisau analisis untuk memahami “bagaimana” dan “mengapa” suatu makna terproduksi.
Dengan kata lain, buku ini tidak hanya memperkenalkan ketiga pilar—Living Qur’an, Living Hadis, dan Hermeneutika—secara terpisah, tetapi lebih jauh mengajukan sebuah Model Triangulasi Integratif yang menjadikan ketiganya saling berdialog dan mengkritisi dalam sebuah kerangka penelitian yang koheren. Model ini kami tawarkan bukan sebagai formula baku, melainkan sebagai kerangka kerja (framework) lentur yang dapat diadaptasi untuk mengkaji berbagai fenomena keislaman kontemporer.
Sistematika buku ini dibagi dalam lima bagian besar. Bagian I menguraikan paradigma dan problematika metodologis studi Islam saat ini. Bagian II mendalami karakteristik masing-masing dari tiga pilar metodologis. Bagian III adalah jantung buku, di mana kami merancang dan menjelaskan kerangka kerja integratif beserta langkah-langkah praktisnya. Bagian IV mendemonstrasikan kekuatan model tersebut melalui tiga studi kasus konkret di Indonesia: tradisi Yasinan, fenomena hijab urban, dan praktik ekonomi syariah. Terakhir, Bagian V menyimpulkan diskusi serta memetakan implikasi dan arah baru bagi studi Islam interdisipliner ke depan.






Ulasan
Belum ada ulasan.